Sarolangun, RN. Syafril Ma'ruf, Pendiri Karate Sarolangun pertanyakan dana pembinaan siswa binaannya. Karate Sa...
Syafril Ma'ruf, Pendiri Karate Sarolangun pertanyakan dana pembinaan siswa binaannya.
Karate Sarolangun yang didirikannya pada bulan Oktober tahun 2007 yang dinaungi Inkanas (Institut Karate-Do Nasional), sampai saat ini belum pernah menerima dana pembinaan dari pemerintah, sedangkan siswa didikannya sering dibawa bertanding pada tingkat Provinsi Jambi. "Saya tanya sama KONI, katanya ada dana pembinaan atlit, tapi saya tak pernah menerimanya", ujarnya.
Pria 55 tahun ini, mengantongi sertifikat internasional Okinawa shotokan Karate pada tahun 1993, dari awal mendirikan olahraga karate bertekad memajukan karate Sarolangun, terbukti sejak awal berdirinya pada 10 tahun lalu, siswa didikannya banyak dipakai mewakili Kabupaten Sarolangun ke tingkat yang lebih tinggi, tapi tanpa adanya dana pembinaan. "Jangan dikira saya ingin makan dari uang pembinaan, Saya bekerja di perusahaan tambang batu bara sudah 27 tahun, dimana saya berada saya mendirikan karate dan disuport oleh pemerintah daerah setempat, tapi di Forki Sarolangun tidak ada, tidak mungkin saya mengharapkan dana pemerintah untuk hidup saya", terangnya pada Minggu 07/05/2017 diwaeancarai sarkopos di kediamannya.
Di Sarolangun, Organisasi karate Sarolangun yang dinaungi Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) menurutnya tidak transfaran dalam hal pembinaan karate di Sarolangun.
Karate Sarolangun yang didirikannya pada bulan Oktober tahun 2007 yang dinaungi Inkanas (Institut Karate-Do Nasional), sampai saat ini belum pernah menerima dana pembinaan dari pemerintah, sedangkan siswa didikannya sering dibawa bertanding pada tingkat Provinsi Jambi. "Saya tanya sama KONI, katanya ada dana pembinaan atlit, tapi saya tak pernah menerimanya", ujarnya.
Pria 55 tahun ini, mengantongi sertifikat internasional Okinawa shotokan Karate pada tahun 1993, dari awal mendirikan olahraga karate bertekad memajukan karate Sarolangun, terbukti sejak awal berdirinya pada 10 tahun lalu, siswa didikannya banyak dipakai mewakili Kabupaten Sarolangun ke tingkat yang lebih tinggi, tapi tanpa adanya dana pembinaan. "Jangan dikira saya ingin makan dari uang pembinaan, Saya bekerja di perusahaan tambang batu bara sudah 27 tahun, dimana saya berada saya mendirikan karate dan disuport oleh pemerintah daerah setempat, tapi di Forki Sarolangun tidak ada, tidak mungkin saya mengharapkan dana pemerintah untuk hidup saya", terangnya pada Minggu 07/05/2017 diwaeancarai sarkopos di kediamannya.
Di Sarolangun, Organisasi karate Sarolangun yang dinaungi Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) menurutnya tidak transfaran dalam hal pembinaan karate di Sarolangun.
"Saya hanya ingin karate Sarolangun maju, tapi kalau Forki Sarolangun tidak profesional, karate Sarolangun dan putra-putri karate Sarolangun tidak akan pernah maju", tambahnya.
Sarjana tehnik dan memiliki gelar pasca sarjana Manajemen Sumber daya Manusia ini menceritakan prestasi yang pernah diraihnya sambil memperlihatkan sertifikat yang dimilikinya termasuk sertifikat Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional, Piagam penghargaan Rektor UNP Cup tahun 2010, yang dibiayai Hasan Hilmi, Anggota DPRD Sarolangun dan Piagam penghargaan dari Forki dan Inkanas Sumatera Utara dalam kejuaraan karate se Sumatera, Maret 2009, dalam hal ini didanai oleh Ibu Rosita Endra (Istri Bupati terpilih 2017-2022).
Dalam obrolan santai di kediamannya, Syafril menyebutkan dirinya menekuni karate dari tahun 1970 di Duri Provinsi Riau, dibiayai oleh Pt Caltex Pacific Insonesia dan memperoleh DAN 1 di Jepang, DAN 4 Inkanas Bandung serta DAN 5 di Jepang saat dirinya bekerja di Negeri Sakura itu.
Namun demikian, dia heran namanya tidak terdaftar di Forki Sarolangun. "Dengan bermacam prestasi saya, namun nama saya tidak ada di Forki Sarolangun, ada apa?", tutupnya.
Secara terpisah, Ketua Forki Sarolangun Deshendri menyebutkan bahwa dirinya mengetahui Stafril Ma'ruf sebagai seorang pelatih profesional Nasional, "Ya, Saya tahu mengenai Syafril Ma'ruf, dia levelnya sudah tinggi, seorang pelatih dan sudah tidak layak lagi menjadi pengurus Kabupaten, namun kalau kita perlukan kita bisa meminta kesediannya dalam Forki Sarolangun", terang Deshendri, Minggu, 07/05/2017 via telepon selularnya.
Begitupun Samsul Ridwan, Ketua Koni Sarolangun menyebutkan tidak ada permasalahan di tubuh Cabang Olahraga (Cabor) Karate Sarolangun, "Tidak ada permasalahan di Cabor karate Sarolangun, begitupun dengan pelatih, Karate Sarolangun cukup berorestasi", terang Samsul seraya menyebutkan akan memanggil para pelatih Karate dan Forki Sarolangun dalam waktu dekat. (af.RN)
Sarjana tehnik dan memiliki gelar pasca sarjana Manajemen Sumber daya Manusia ini menceritakan prestasi yang pernah diraihnya sambil memperlihatkan sertifikat yang dimilikinya termasuk sertifikat Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional, Piagam penghargaan Rektor UNP Cup tahun 2010, yang dibiayai Hasan Hilmi, Anggota DPRD Sarolangun dan Piagam penghargaan dari Forki dan Inkanas Sumatera Utara dalam kejuaraan karate se Sumatera, Maret 2009, dalam hal ini didanai oleh Ibu Rosita Endra (Istri Bupati terpilih 2017-2022).
Dalam obrolan santai di kediamannya, Syafril menyebutkan dirinya menekuni karate dari tahun 1970 di Duri Provinsi Riau, dibiayai oleh Pt Caltex Pacific Insonesia dan memperoleh DAN 1 di Jepang, DAN 4 Inkanas Bandung serta DAN 5 di Jepang saat dirinya bekerja di Negeri Sakura itu.
Namun demikian, dia heran namanya tidak terdaftar di Forki Sarolangun. "Dengan bermacam prestasi saya, namun nama saya tidak ada di Forki Sarolangun, ada apa?", tutupnya.
Secara terpisah, Ketua Forki Sarolangun Deshendri menyebutkan bahwa dirinya mengetahui Stafril Ma'ruf sebagai seorang pelatih profesional Nasional, "Ya, Saya tahu mengenai Syafril Ma'ruf, dia levelnya sudah tinggi, seorang pelatih dan sudah tidak layak lagi menjadi pengurus Kabupaten, namun kalau kita perlukan kita bisa meminta kesediannya dalam Forki Sarolangun", terang Deshendri, Minggu, 07/05/2017 via telepon selularnya.
Begitupun Samsul Ridwan, Ketua Koni Sarolangun menyebutkan tidak ada permasalahan di tubuh Cabang Olahraga (Cabor) Karate Sarolangun, "Tidak ada permasalahan di Cabor karate Sarolangun, begitupun dengan pelatih, Karate Sarolangun cukup berorestasi", terang Samsul seraya menyebutkan akan memanggil para pelatih Karate dan Forki Sarolangun dalam waktu dekat. (af.RN)
COMMENTS